Diduga Minim Sosialisasi, Proyek SUTT Dimanfaatkan Oknum Kades dan Spekulan Tanah Meraup Untung Hasil Kompensasi

andang, 03 Oct 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Lebak, - PT PLN diduga minim sosialisasi kepada masyarakat terdampak proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV di Desa Bendungan Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak, memudahkan oknum kades bersama spekulan melakukan konspirasi atau kongkalingkong kompensasi lahan terdampak proyek tersebut kepada masyarakat demi mengeruk keuntungan pribadi dan kelompok tertentu.

Seperti yang telah diberitakan indonesiasatu.co.id, Senin (16/9/2019), proyek yang diluncurkan PT PLN tersebut ternyata tidak banyak diketahui masyarakat seputar besaran kompensasi atas lahan terdampak SUTT. Akibatnya sebagian masyarakat yang memiliki lahan terlintasi SUTT menjadi objek cari untung oknum kades dan spekulan tanah. Mereka begitu leluasa mencari keuntungan dengan cara membeli lahan masyarakat terlebih dulu yang selanjutnya diajukan kepada PT PLN untuk mendapatkan kompensasi atas lahan tersebut.

Dari keterangan seorang warga Desa Bendungan, Sabo yang namanya santer disebut warga sebagai kaki tangan atau orang kepercayaan spekulan pada indonesiasatu.co.id via telphon selularnya mengakui dan membenarkan kalau dirinya adalah orang kepercayaan spekulan bernama Emus, warga Saketi Pandeglang. Dan Sabo oleh Emus diberi tugas mencari dan mendata lahan atau lokasi warga terdampak proyek SUTT.

"Benar pak saya adalah orang yang mencari lahan warga yang terlintas SUTT dan menawarkan untuk dibeli kepada Pak Emus, setelah dibeli dari warga, Pak Emus menerima uang kompensasi dari PLN, tapi tidak begitu besar pak sebab lahan Pak Emus yang dibeli dari warga tidak banyak paling hanya beberapa titik lokasi saja, " ujar Sabo

Ketika indonesiasatu menanyakan berapa jumlah uang yang diterima Emus hasil kompensasi PLN ? Sabo mengaku tidak mengetahui persis total jumlah uangnya, namun dia hanya mengetahui kalau uang hasil kompensasi tersebut harus menyetor kepada oknum Kepala Desa Bendungan, TB Ade sebesar 10 persen.

"Soal keuntungan atau jumlah uang yang diperoleh Pak Emus, saya tidak tau persis pak, yang saya tahu saya diberi imbalan baru Rp.20 juta oleh Pak Emus, sedangkan terkait kontribusi 10 persen kepada pak lurah itu saya denger juga ada, karena Pak Emus telah menyetorkan uang dari kompensasi lahan kepada Pak Lurah sebesar Rp.55 juta," papar Sabo seraya mengatakan kalau spekulan bukan hanya Pak Emus saja, akan tetapi masih ada spekulan lain seperti spekulan berinisial M warga Carita Kabupaten Pandeglang Banten.

Oknum Kepala Desa Bendungan, TB Ade ketika dikonfirmasi indonesiasatu.co.id saat dihubungi melalui telphon selularnya membantah semua pengakuan dan tudingan yang disampaikan Sabo kalau dirinya telah menerima uang kontribusi dari spekulan Emus atas kompensasi lahan milik warga.

"Apa yang disampaikan Sabo itu semua tidak benar, karena saya tidak pernah menerima kontribusi uang sebesar Rp 55 juta dari yang namanya spekulan Emus," jawab TB Ade ***

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu