Lagi, Puluhan Lubang Tambang Emas Ilegal, Dirazia Satgas PETI Gabugan Polda Banten

andang, 23 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Lagi, Puluhan Lubang Tambang Emas, Di Razia Satgas PETI Gabugan Polda Banten

LEBAK, - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Provinsi Banten, menutup kembali 10 lubang penambangan emas di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang diduga masih digunakan penambangan liar, Kamis, (23/01/2020).

Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Aminudin Roemtaat, Sik mengatakan pada Kamis (23/1) ini anggota satgas gabungan dari Polda Banten, TNI dan intansi terkait lainnya sudah melakukan penyisiran PETI di TNGHS. Hasilnya ditemukan lubang-lubang besar yang diduga masih digunakan sebagai area penambangan oleh gurandil (sebutan bagi para penambang liar ).

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan sejak awal terjadinya bencana banjir bandang pada awal tahun baru lalu, Kapolda Banten telah menerjunkan ratusan personil dan peralatannya guna mengambil langkah tanggap darurat, bersama Korem 064/MY, Kodim, BPBD, Basarnas, Dan Instansi lainnya.

Dikatakan Edi, penanganan bencana banjir bandang, dilakukan dengan cepat dan tanggap, namun tetap mengedepankan operasi kemanusiaan yang bersifat terpadu dan demi menolong warga masyarakat yang terdampak bencana.

Langkah awal kata Edi, melakukan pembukaan jalan yang terisolir, akibat tanah yang longsor, mengevakuasi warga dari daerah yang terisolir, menyalurkan semua bantuan logistik baik via darat hingga via udara dengan hellykopter.

Polda Banten dan Instansi terkait, juga telah melakukan layanan kesehatan di posko pengungsi, memberikan trauma healing dan pembersihan rumah warga, jalan jalan desa yang terdampak banjir, hingga membuat jembatan gantung sementara untuk membuka akses jalur antar desa.

Masih dikatakan Kabid Humas yang dekat dengan awak media ini mengaku pasca banjir, Polda Banten, TNI dan Pemprov Banten, juga melakukan langkah lanjutan dengan melakukan pendataan terhadap kerusakan sarana prasaran, memetakan penyebab bencana hingga tahar rekonsiliasi.

"Saat ini, Polda Banten telah mengambil langkah langkah kepolisian yang tegas dan terukur. Melakukan patroli skala besar, melakukan penyelidikan ke lokasi tambang, melakukan penutupan lokasi tambang dan memberikan Police Line," ungkapnya

Tindakan tegas Polda Banten ini, lanjutnya, untuk mencegah berulangnya aksi penambangan emas liar yang di lakukan warga, karena di duga dapat mengancam keselamatan pekerja, warga masyarakat lain serta mengantisipasi adanya longsor susulan, yang di duga penambangan ini juga menjadi salah satu faktor bencana banjir bandang, selain faktor Utama lainnya, seperti curah hujan yang tinggi, rentan nya tebing di sekitar Hutan, dan pemanfaatan Kawasan Hutan, menjadi ladang oleh warga.

Polda Banten, Terus melakukan proses penyelidikan dan penyidikan atas dugaan Pelanggaran hukum nya, dan kita sangat concern terhadap hal ini. Memang Polda Banten, Belum Melakukan Penangkapan dan Penahanan Terhadap pelaku yang di duga melanggar. Semua proses hukum nya sedang berjalan ke tahap penyidikan. Selain upaya penegakan hukum, Saat ini, Polda Banten, TNI dan Pemprov Banten, juga ikut berempati terhadap kesulitan warga yang baru saja terdampak bencana dengan melakukan segala kegiatan operasi kemanusiaan untuk segera membantu kesulitan warga di lebak.

"Sabar yah, Proses Hukum Pasti Kita tegakkan, dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah, serta juga mengutamakan upaya pertolongan warga dan tahap rekonsiliasi pasca bencana bersama semua stake holder," tutup.Edi ***

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu